LAPORAN PERCOBAAN 4 “ PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ESTER METIL SALISILAT (MINYAK GANDAPURA) ”

 

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II

PERCOBAAN  4

“ PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ESTER METIL SALISILAT (MINYAK GANDAPURA)

 




 

DISUSUN OLEH :

NELY FRISCA

(A1C118036)

 

 

 

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. SYAMSURIZAL , M.Si

 

 

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2020



VII. Data Pengamatan

NO.

PERLAKUAN

TUJUAN

PENGAMATA N

1.

Dimasukkan 2,5 gram asam salisilat kedalam labu erlenmeyer, lalu dimasukkan magnet stir kedalam labu. Lalu, ditambahkan methanol kering sebanyak 25 ml dan diaduk. Sambil dilakukan pengadukan ditambahkan 2 ml asam sulfat pekat setetes demi setetes.

Penambahan asam salisilat + methanol kering untuk mengamati proses awal reaksi esterifikasi menghasilkan metil salisilat. Penambahan asam sulfat pekat sebagai katalis untuk mempercepat terjadinya reaksi sintesis.

Mula-mula larutan berwarna putih susu, setelah dilakukan pengadukan berubah menjadi warna bening.

2.

Kemudian, dipasang refluks dan dilakukan pemanasan selama 1,5 jam. Selama pemanasan pengadukan terus dilakukan. Setelah pemanasan selama 1,5 jam dihentikan pemanasan dan dilakukan pendinginan menggunakan water bath pada suhu kamar

Pemanasan dilakukan untuk mempercepat reaksi, pengadukan dilakukan untuk mempercepat gerakan molekul dalam larutan sehingga reaksi dapat berlangsung cepat.

Larutan sedikit keruh

3.

Lalu, ditambahkan air dingin kedalam labu berisi campuran larutan tersebut

Penambahan air berfungsi untuk mengisolasi produk dari sisa kotoran

Terdapat dua lapisan:

1.Diatas lapisan air berwarna putih

2. Dibawah lapisan minyak berwarna sedikit putih kekuningan

4.

Dimasukkan larutan kedalam corong pisah. Dikeluarkan lapisan bawah (minyak) dan ditampung menggunakan gelas kimia bersih

Corong pisah digunakan untuk memisahkan lapisan bawah dan lapisan atas yang terbentuk

Lapisan bawah  (minyak) keluar dan tersisa lapisan atas (air) pada corong pisah

5.

Kemudian, lapisan air dipulihkan dengan cara di ekstraksi sebanyak tiga kali berturut-turut dengan 10 ml etil asertat. Kemudian, lapisan organik dikumpulkan dan dicuci dengan natrium hidroksida

Ditambahkan natrium hidroksida untuk menghilangkan sisa asam salisilat

Terbentuk dua lapisan:

1. Diatas lapisan organik berwarna sedikit putih kekuningan

2. Dibawah lapisan air berwarna putih keruh

Setelah ditambahkan natrium hidroksida terbentuk dua lapisan:

1.Diatas lapisan air (putih keruh)

2.Dibawah lapisan organik (sedikit keruh)

6.

Lapisan organik dicuci dengan air garam

Penambahan air garam untuk menghilangkan sisa garam yang tersisa pada larutan

Terdapat dua lapisan:

1. Diatas berwarna bening

2.Dibawah lapisan organic (lapisan etil asetat) berwarna sedikit putih keruh

7.

Larutan etil asetat ditambahkan magnesium sulfat anhidrat

Untuk mengeringkan dan menghilangkan sisa-sisa air

Dihasilkan larutan berwarna putih susu

8.

Larutan tersebut ditambahkan air

Untuk menghasilkan asam salisilat yang tidak bereaksi yang dapat diperoleh kembali dengan penyaringan akhir

Dihasilkan larutan berwarna putih susu.

 

Kemudian, pada penyaringan pertama didapatkan minyak gandapura sebanyak 1,8 gram.

 



            


VIII. Pembahasan

Pada percobaan kali ini, dilakukan pembuatan senyawa organik ester metil salisilat atau yang dikenal dengan minyak gandapura. Adapun bahan utama yang digunakan dalam pembuatan senyawa organik ini yaitu asam salisilat dan metanol. Reaksi yang terjadi pada pembuatan ester metil salisilat (minyak gandapura) ini yaitu reaksi esterifikasi dimana pada reaksi ini akan menghasilkan minyak gandapura sebagai produk utama dan air sebagai produk samping. Pada percobaan ini kami melakukan pengamatan dari video mengenai pembuatan ester metil salisilat (minyak gandapura).

Langkah pertama, dimasukkan 2,5 gram asam salisilat kedalam labu erlenmeyer, lalu dimasukkan magnet stir kedalam labu. Lalu, ditambahkan methanol kering sebanyak 25 ml dan diaduk. Sambil dilakukan pengadukan ditambahkan 2 ml asam sulfat pekat setetes demi setetes. Tujuan penambahan asam salisilat + methanol kering untuk mengamati proses awal reaksi esterifikasi menghasilkan metil salisilat. Penambahan asam sulfat pekat sebagai katalis untuk mempercepat terjadinya reaksi sintesis. Hasilnya mula-mula larutan berwarna putih susu, setelah dilakukan pengadukan berubah menjadi warna bening. Kemudian, dipasang refluks dan dilakukan pemanasan selama 1,5 jam. Selama pemanasan pengadukan terus dilakukan. Setelah pemanasan selama 1,5 jam dihentikan pemanasan dan dilakukan pendinginan menggunakan water bath pada suhu kamar. Pemanasan dilakukan untuk mempercepat reaksi, pengadukan dilakukan untuk mempercepat gerakan molekul dalam larutan sehingga reaksi dapat berlangsung cepat. Dihasilkan larutan sedikit keruh. Lalu, ditambahkan air dingin kedalam labu berisi campuran larutan tersebut. Penambahan air berfungsi untuk mengisolasi produk dari sisa kotoran. Hasilnya terdapat dua lapisan dimana lapisan atas (air) berwarna putih dan lapisan bawah (minyak) berwarna sedikit putih kekuningan. Selanjutnya dimasukkan larutan kedalam corong pisah. Dikeluarkan lapisan bawah (minyak) dan ditampung menggunakan gelas kimia bersih. Corong pisah digunakan untuk memisahkan lapisan bawah dan lapisan atas yang terbentuk. Hasilnya lapisan bawah  (minyak) keluar dan tersisa lapisan atas (air) pada corong pisah. Kemudian, lapisan air dipulihkan dengan cara di ekstraksi sebanyak tiga kali berturut-turut dengan 10 ml etil asertat. Kemudian, lapisan organik dikumpulkan dan dicuci dengan natrium hidroksida. Ditambahkan natrium hidroksida untuk menghilangkan sisa asam salisilat. Didapatkan dua lapisan yaitu lapisan bawah (organik) berwarna sedikit putih kekuningan dan lapisan atas (air) berwarna putih keruh. Setelah ditambahkan natrium hidroksida terbentuk dua lapisan yaitu lapisan atas (air berwarna putih keruh) dan lapisan bawah (organik yang sedikit keruh). Lalu lapisan organik dicuci dengan air garam. Penambahan air garam untuk menghilangkan sisa garam yang tersisa pada larutan. Maka hasilnya terdapat dua lapisan dimana lapisan atas berwarna bening dan lapisan organik (lapisan etil asetat) berwarna sedikit putih keruh. Setelah itu, larutan etil asetat ditambahkan magnesium sulfat anhidrat Untuk mengeringkan dan menghilangkan sisa-sisa air. Dihasilkan larutan berwarna putih susu. Larutan tersebut ditambahkan air Untuk menghasilkan asam salisilat yang tidak bereaksi yang dapat diperoleh kembali dengan penyaringan akhir. Dihasilkan larutan berwarna putih susu. Kemudian, pada penyaringan pertama didapatkan minyak gandapura sebanyak 1,8 gram.

Pada percobaan ini setelah dilakukan perhitungan hasil yang didapat dengan teori, maka rendemen yang didapat sebesar 5,927 %. Adapun rendemen yang didapatkan rendah dikarenakan bahan yang digunakan yaitu asam salisilat sebesar 2,5 gram sedangkan pada teori digunakan asam salisilat sebesar 27,6 gram. Artinya massa pada percobaan ini 11 kali lebih rendah dari teori maka dari itu rendemen yang dihasilkan juga rendah.

IX. Pertanyaan Pasca Praktikum

1.      Pada percobaan ini ditambahkan natrium hidroksida untuk menghilangkan sisa asam salisilat. Apakah natrium hidroksida disini dapat digantikan dengan bahan lain? Mengapa demikian?

2.      Pada proses reaksi esterifikasi ini sebutkan dan jelaskan faktor apa saja yang dapat mempengaruhi keberhasilan dari percobaan ini?

3.      Pada percobaan ini seharusnya dilakukan proses refluks dan destilasi. Jika hanya dilakukan proses refluks saja apa pengaruhnya terhadap hasil metil salisilat yang didapat? Jelaskan.

X. Kesimpulan

Dari percobaan yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan :

1.      Metil salisilat dapat diperoleh dari sintesis asam salisilat dan metanol dengan katalis asam sulfat pekat berdasarkan prinsip reaksi esterifikasi.

2.      Reaksi esterifikasi adalah reaksi antara asam karboksilat (asam salisilat) dengan alkohol primer (metanol) pada suasana asam dengan katalis asam sulfat pekat dengan suhu tinggi untuk menghasilkan senyawa utama berupa ester (metil salisilat atau minyak gandapura) dan produk samping berupa air.

3.      Reaksi ini bersifat reversible, maka untuk mendapatkan hasil yang banyak dapat dilakukan dengan cara menambahkan pereaksi.

 

XI. Daftar Pustaka

Fessenden, J. R. 1981. Kimia Organik. Jakarta : Erlangga.

Irwandi, dedi. 2014. Experiment’s of Organic Chemistry. Jakarta : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta P.IPA-FITK Press.

Kusumo, Priyono. 2015. Proses Inaktivasi Enzim Gautherase Melalui Mixed Drying  Extractim Untuk Pengambilan Gaultherin Sebagai Antikanker. Vol 1 No 1 ISSN : 1693-43933

Moppisatu dan Rozak. 2015. Optimasi Reaksi Esterifikasi Asam Laurat Dengan Metanol Menggunakan Katalis Asam Sulfat Pekat. Jurnal of Natur Science. Vol 4 No. 1 ISSN : 2338-0950

Tim Kimia Organik II. 2020. Penuntun Praktikum Kimia Organik II. Jambi : Universitas Jambi.

 

 

 

 

 

Komentar

  1. Baiklah saya mashita A1C118083 akan mencoba menjawab permasalahan no 3
    Sebelum mengetahui hasil metil salisilat yang didapat, kita mengetahui apa tujuan dari pemanasan sendiri yaitu untuk mempercepat suatu reaksi. Jika semakin banyak zat yang digunakan maka pemasannya juga akan semakin lama. Ketika pemanasan dilakukan, partikel pada pemanasan yang lebih lama bergerak lebih cepat dibandingkan pada pemanasan dengan waktu yg lebih sedikit. Dengan adanya pemanasan yang sempurna maka reaksi yang dihasilkan menjadi sempurna pula sehingga minyak gandapura yang diperoleh memiliki kualitas yang baik.

    BalasHapus
  2. Saya Susilawati (A1C118091) akan menjawab permasalahan no 2. menurut saya tidak bisa di gantikan dengan senyawa lain karena fungsi penambahan natrium hidroksida ini yaitu untuk menghilangkan sisa-sisa asam salisilat yang ada pada larutan tersebut.

    BalasHapus
  3. Baiklah saya Vika Seputri (086) akan mencoba menjawab permasalahan no. 2
    Pada proses ester metil salisilat ini digunakan proses esterifikasi. Ester metil salisilat atau minyak gandapura merupakan senyawa ester karboksilat yang didapatkan dari proses esterifikasi asam karboksilat dengan metanol. Faktor yang dominan untuk keberhasilan sintesis minyak gandapura ini yaitu
    (1) Proses esterifikasi dimana mencakup katalis, suhu, dan penggunaan kondensor
    (2) Pemisahan lapisan ester dari campuran
    (3) Penghilangan gugus asam pada campuran
    (4) Proses destilasi
    Terimakasih

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

JURNAL PERCOBAAN 5 “ PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ASAM BENZOAT DAN BENZIL ALKOHOL “

JURNAL PERCOBAAN 12 “ UJI ASAM AMINO DAN PROTEIN “

LAPORAN PERCOBAAN 12 “ UJI ASAM AMINO DAN PROTEIN “